SMA Kolese Gonzaga dan Kalbe Gelar Lomba Sains Nasional Berbasis STEAM, Prof Stella Christie Beri Dukungan Penuh
Melalui kebiasaan yang ditanamkan sejak dini, anak-anak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan diharapkan mampu menerjemahkan gagasan mereka ke dalam praktik terbaik (best practice) demi menjawab tantangan ekologis masa kini.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan penelitian merupakan kesempatan untuk mengasah kualitas berpikir, membangun budaya bertanya, serta membiasakan peserta didik menjawab pertanyaan secara sistematis dan berbasis data.
"Inilah budaya riset yang perlu dibangun sejak sekolah, yakni membuat siswa berani bertanya, memikirkan kualitas pertanyaannya, serta mencari jawaban berdasarkan data secara sistematis," jelas Stella Christie.
Stella Christie mendorong peserta didik membangun budaya sains sejak dini melalui rasa ingin tahu, keberanian bertanya, serta kemampuan mencari jawaban berbasis data.
Menurut dia, sains bukan sekadar bidang studi, melainkan juga cara berpikir yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Sains itu untuk semua orang. Sebenarnya yang saya tekankan bukan hanya sainsnya, melainkan juga pemikiran tentang logika dan riset,” ujar Stella Christie.
Terkait Lomba Sains Nasional perdana SMA Kolese Gonzaga yang mengusung tema Sapientia Viridis atau kebijaksanaan hijau, Stella Christie menilai persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan perlu didekati melalui riset.
Sekolah, misalnya, dapat meneliti jumlah sampah yang dihasilkan atau sisa makanan di kantin.
SMA Kolese Gonzaga berkolaborasi dengan Kalbe menggelar Lomba Sains Nasional Berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM)
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News