Perang Timur Tengah: Perspektif Intelijen
jakarta.jpnn.com - Oleh: Aji Jaya Bintara, SE, Msc, Phd (candidate)
Praktisi Intelijen dan Bisnis, Mahasiswa Doktoral Universitas Pertahanan
Perang AS-Israel vs Iran telah memasuki minggu ketiga. Operasi Epic Fury berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran membalas melalui operasi True Promise 4.
Transisi kepemimpinan terjadi, Majelis Ahli menunjuk putra Ali, Motjaba sebagai suksesi. Motjaba, bukan figur sembarangan.
Dia adalah pembisik strategis Ali Khamenei, dekat dengan IRGC (militer Iran), dan lebih radikal dalam konteks perang melawan AS-Israel.
Beyond Missile War
Baca Juga:
Dalam teori intelijen, Ancaman (Threat) adalah proksi dari Niat (Intention) + Kemampuan (Capability) + Keadaan (Circumtances).
Serangan pertama, Mossad (agensi Israel) dan CIA (agensi AS) berhasil melumpuhkan Iran. Lebih dari ribuan misil diluncurkan, utamanya serangan pagi hari yang menewaskan Imam Khamenei dan keluarga, serta beberapa petinggi militer Iran.
Perang AS-Israel vs Iran telah memasuki minggu ketiga. Operasi Epic Fury berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News