3 Prajurit TNI Gugur, PDIP Desak Israel Tanggung Jawab
jakarta.jpnn.com - PDIP buka suara setelah delapan prajurit TNI menjadi korban saat menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Said Abdullah mengatakan kejadian itu harus menjadi momentum bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel.
Menurut Said, PBB harus melakukan langkah itu sebagai pembuktian organisasi tersebut masih berfungsi.
"Kita berduka atas gugurnya tiga orang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB dan lima TNI lainnya mengalami luka-luka," ujar Said, Sabtu (4/4).
Menurut dia, aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum.
Said mengatakan, jika dihitung sejak Oktober 2024, tentara Israel telah melakukan serangan sebanyak 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Oleh karena itu, dirinya menilai tragedi berulang yang dilakukan Israel tersebut seolah mendapatkan impunitas, seperti halnya kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Gaza, Palestina.
"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel," tutur dia.
PDIP buka suara setelah delapan prajurit TNI menjadi korban saat menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News