Alasan Pemerintah Dorong Sistem Kesehatan Dalam Negeri ke Arah Preventif, Oh Ternyata

Sabtu, 26 November 2022 – 20:13 WIB
Alasan Pemerintah Dorong Sistem Kesehatan Dalam Negeri ke Arah Preventif, Oh Ternyata - JPNN.com Jakarta
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam acara diskusi Kompas 100 CEO Forum 2022 yang mengangkat tema “Masa Depan Sistem Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan”. Foto: Dok Danone Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pengeluaran rata-rata untuk kesehatan masyarakat Indonesia sebesar 112 dolar AS per kapita per tahun dengan rerata usia harapan hidup masyarakat 72 tahun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan negara Asia lain seperti Malaysia di mana pengeluaran rata-rata untuk kesehatan di Malaysia sebesar 431 dolar AS per kapita per tahun dengan rerata usia harapan hidupnya 76 tahun.

Jepang dan Singapura masing-masing pengeluaran rata-rata untuk kesehatan sebesar 4.800 dolar AS dan 2.800 dolar AS dengan usia harapan hidupnya masyarakatnya masing-masing 84 tahun dan 80 tahun.

Adapun pengeluaran rata-rata untuk kesehatan masyarakat Amerika Serikat (AS) sebesar 10.000 dolar AS per kapita per tahun dengan rata-rata usia harapan hidup 79 tahun.

"Spending ini akan naik sejalan dengan menuanya populasi kita. Jadi kalau population aging (penuaan populasi) nanti pasti health spending-nya lebih besar," kata Menkes.

Dari data itu, Singapura adalah negara dengan sistem kesehatan paling efektif.

"Semua orang Singapura setahunnya bayar biaya kesehatan 2.800 dolar AS tapi they can life sampai 80 tahun sama seperti orang Jepang yang bayar 4.800 dolar AS untuk hidup 84 tahun, lebih baik dari orang Amerika yang harus keluarin uang 10.000 dollar AS setahun untuk hidupnya cuma 79 tahun," kata dia.

Menurutnya, sistem kesehatan Singapura dan Jepang dapat lebih efisien dari Indonesia lantaran kedua negara tersebut lebih banyak menerapkan sistem mencegah daripada mengobati.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah saat ini mendorong agar arah sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif.
Facebook JPNN.com Jakarta Twitter JPNN.com Jakarta Pinterest JPNN.com Jakarta Linkedin JPNN.com Jakarta Flipboard JPNN.com Jakarta Line JPNN.com Jakarta JPNN.com Jakarta

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia